Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 September 2015

on 3 comments

Kisah Lama (2) : Indonesian Science Project (ISPO) 2012 - The Adventure Was Begin


Hello semua, kali ini aku akan melanjutkan cerita yang pernah aku buat sebelumnya (postingan tanggal 7 Mei 2015). Nah, seperti yang pernah aku ceritakan sebelumnya bahwa tidak hanya aku & partnerku saja yang berhasil lolos ke tingkat nasional, namun ada keempat temanku yang lainnya yang berasal dari 2 tim yang berbeda yang berhasil lolos dan kebetulan mereka berempat adalah teman baikku juga. Mereka adalah Dika Ramadanu & Ipak Putri Iwanisa dengan judul karya tulis "Pemanfaatan Daging Buah Kopi Sebagai Altenatif Pengganti Gula Pasir Untuk Mengurangi Resiko Terkena Diabetes", mereka adalah salah satu finalis yang mewakili bidang Kimia dengan guru pendamping Ibu Helida Fitri S.Pd , dan tim yang lainnya yang juga berhasil lolos adalah Yudi Agus Pratama & Ayuni dengan judul karya tulis "Kalkulator Multifungsi" adalah salah satu finalis yang mewakili bidang Komputer dengan guru pendamping Bapak Sona Rumonda , dan tentunya aku sendiri dan Ulfa Herdira yang mewakili bidang Rekayasa Teknologi dengan guru pendamping Bapak Darmawan Masri dan dengan judul karya tulis yang sudah pernah aku posting sebelumnya.

Setelah kami mengetahui bahwa kami lolos, kami pun langsung mulai mempersiapkan hal-hal yang perlu kami lakukan baik dari segi pembawaan materi, ketersediaan alat peraga , dan lain sebagainya. Dalam proses persiapan alat peraga kami saling membantu satu sama lain agar hasil alat peraga yang akan dipamerkan dan dipresentasikan dapat dikoreksi lagi secara bersama-sama dan dibantu proses pembuatannya. Nah, setelah semua proses pembuatan alat peraga masing-masing tim selesai, kami pun akhirnya berangkat menuju Ibu Kota Jakarta sekitar tanggal 20 Februari 2012 (correct me if i'm wrong). Kami pun telah melewati berbagai macam tantangan dan kesulitan menjelang keberangkatan namun pada akhirnya hal tersebut berhasil kami lalui. Perjalanan pun ditempuh dengan jalan darat terlebih dahulu pada malam hari dari Takengon menuju Kota Medan yang pada akhirnya sampai pada keesokan harinya. Setelah berberes kami pun menuju ke Bandara Polonia Medan untuk keberangkatan selanjutnya ke Ibu Kota Jakarta.

Sesampainya disana, kami pun telah disambut oleh pihak dari panitia Ispo untuk diantar ke tempat penginapan yang telah disediakan. Ya, bagiku ini adalah pengalaman pertama menginjakkan kaki di kota ini. Maklum saja, sebelumnya aku belum pernah berhasil mengikuti perlombaan apapun yang dapat membuatku berlomba di ajang tingkat nasional, berbeda dengan teman-teman yang lain yang sudah pernah sebelumnya. Setelah kami melakukan check in ke tempat penginapan kami pun langsung mempersiapkan dan mendiskusikan apa-apa saja yang akan kami tampilkan. Kami pun dibagi dalam beberapa kamar untuk menginap, yaitu satu kamar diisi oleh 4 orang. Namun sayangnya aku tak begitu akrab dengan orang-orang yang berada di kamar tersebut. Entahlah, sepertinya mereka penuh dengan ambisi sehingga mungkin merasa harus bersaing dengan ketat sehingga kurangnya rasa keakraban yang terjalin diantara semuanya yang ternyata tak cuma kami yang mengalaminya.

Keesokan harinya kami pun sudah berangkat pagi-pagi sekali untuk menuju ke tempat diadakannya perlombaan, yaitu di Balairung Universitas Indonesia. Hmmm... Tempat yang cukup luas sebenarnya, namun kami semua hanya memiliki stage act bersekat-sekat yang menurutku cukup sempit dan kurang memadai. Setelah aku dan partner telah selesai mempersiapkan stage yang akan digunakan untuk presentasi, kami pun langsung melakukan ceremonial pembukaan ajang Ispo 2012, yang dibuka oleh Presiden Ispo, Bapak Prof. Dr. Bambang Soedibyo , mantan Menteri Pendidikan di era tahun 2004 - 2009.

Balairung UI, tempat diadakannya lomba

Ceremonial Pembukaan Ispo 2012


Setelah acara ceremonial selesai, kami pun melanjutkan kegiatan presentasi dengan juri utama 5 orang dosen dari pihak Universitas Indonesia. Acara diadakan selama dua hari, yaitu tanggal 22-23 Februari dan pada tanggal 24 adalah pengumuman para pemenangnya. Yup, selama kegiatan acara berlangsung banyak kejadian dan pengalaman berharga yang telah kami alami. Disamping itu banyak juga karya-karya luar biasa yang berhasil ditampilkan oleh peserta dari daerah lain, khususnya di bidang rekayasa teknologi. Ada yang membuat necklace sensor untuk orang buta, ada yang membuat robot, baterai ramah lingkungan dari bahan dasar ubi kayu, dan lain sebagainya.  Tentunya kami mendapat banyak koreksi dan saran pengembangan dari karya kami ini, namun tak sedikit pula yang menyanjungnya karena sangat berguna bagi pengembangan lahan untuk daerah perkotaan.

Suasana Perlombaan

Aku & Ulfa

Dika & Nisa in Action :D
Kami pun tak hanya sekedar menjelaskan tentang hasil prakarya kami, namun kami juga turut serta mempromosikan budaya dan pernak-pernik dari daerah Gayo yang ternyata cukup diminati karena keunikan bentuk serta penampilannya, yaitu Kerawang Gayo & Kopi Gayo yang memiliki cita rasa yang khas tentunya. To be continue...

  

Sabtu, 13 Juni 2015

on Leave a Comment

Memilukan Kisah Nyata Anak Durhaka Terhadap Ibu

Berbaktilah kepada orang tua, itu adalah pelajaran mulia yang ada di setiap negara yang diterapkan pada anaknya sedini mungkin. Memang tugas kita adalah untuk membahagiakan kedua orang tua kita bagaimanapun keadaannya. Sahabat, mungkin ulasan berikut ini lebih menitikberatkan pada pertanyaan yaitu sudahkah anda berbakti pada orang tua anda? Kami berharap dengan contoh perlakuan anak durhaka ini menggugah pikiran anda agar lebih mencintai orang tua anda dengan membuat mereka bahagia dalam sisa hidupnya.

kisah cinta anak yang menggendong ibunya
Sebuah contoh kisah nyata seorang anak yang durhaka terhadap orang tuanya. yang sangat memilukan hati, bahkan membuat kita geram membacanya. Walaupun cerita ini sudah beberapa waktu yang lalu namun kisah ini akan menjadi contoh panutan yang tidak baik sepanjang jaman.

Seorang ibu berusia 90 tahun ini mau tak mau harus dikurung dan tak diberi makan oleh anak-anaknya. Akibatnya, tubuh sang ibu hanya menyisakan tulang karena tak mendapat makan selama sebulan. Kejadian ini pun terungkap setelah tetangga bernama Xiang Xiang membongkar peristiwa tersebut.

Xiang menyaksikan sendiri bahwa ibu bernama Si Mei itu kelaparan. Xiang pun memutuskan untuk menolong sembunyi-sembunyi saat anak-anak Si Mei tidak ada di sana. “Aku berjalan ke rumah itu sembunyi-sembunyi. Saat wanita tua itu mendengar suaraku, kalimat pertama yang ia katakan, ‘suapi aku..suapi aku’,” cerita Xiang.

Si Mei ketika ditemukan warga
Lebih lanjut Xiang menuturkan, keluarga Si Mei sepertinya sengaja ingin membuat ibunya mati dengan cara membuatnya kelaparan. Jika Xiang tak memberi ibu tua itu bubur secara sembunyi-sembunyi, Si Mei tak akan makan apapun. Si Mei benar-benar tak diurus oleh keluarga dan anak-anaknya. Sampai-sampai ia buang air di tempat yang sama di mana ia tidur.

Kesaksian Xiang Xiang ini sedikit menimbulkan pertanyaan kenapa ia tak langsung menghubungi polisi, menurut media Shanghaiist. Sedangkan dilansir dari Apple Daily, Menurut sumber Apple Daily, muncul sebuah keterangan bahwa anak Si Mei adalah anak adopsi yang juga sudah berumur 60 tahun dan tak bisa mengurus ibunya lagi. Bahkan, sang anak pun tak bisa mengurus dirinya sendiri.

Hingga saat ini, pihak berwajib masih menindak lanjuti kasus tersebut. Kemungkinan anak adopsi Si Mei atau keluarganya yang lain akan berurusan dengan hukum. Meski sudah diurus oleh Xiang, Tuhan pun mengambil nyawa Si Mei pada 14 Juni lalu. Sungguh memilukan kisah Si Mei. Semoga kisah ini dapat memberikan pelajaran bagi setiap anak agar selalu menyanyangi dan mengasihi ibunya dengan tulus dan tanpa pamrih.

Sahabat, itu adalah sepenggalan kisah sedih yang dialami oleh seorang Ibu yang dulunya mati matian menjaga anak dan balasan yang didapat setelah dia tua. Berikut sepenggalan cerita sedih tentang seorang anak durhaka yang kemudian menyesali perbuatannya.

Seorang perempuan renta memilih tinggal bersama anak bungsunya yang telah menikah. Semua anaknya yang lain telah berkeluarga dan tinggal di luar kota. Perempuan itu merasa bahagia dapat tinggal bersama anaknya, apalagi ditambah kehadiran cucunya yang baru berusia enam tahun. Celotehan dari mulut mugilnya menghapus kesepian dan kesendiriannya di masa tua.

Perempuan tua itu sudah sangat uzur. Lututnya sering gemetar tak kuat lagi menyangga beban tubuhnya sendiri. Tangannya pun sering bergetar saat memegang benda. Penglihatannya mulai rabun.

Sudah menjadi tradisi keluarga, setiap akhir minggu, seluruh anggota keluarga berkumpul untuk makan malam bersama. Di ruang makan yang cukup luas, berkumpul seluruh anak-anak perempuan tua itu membawa serta keluarganya. Mereka sengaja datang dari luar kota untuk merayakan tradisi keluarga yang sudah sejak dulu dilakukan. Saat seperti inilah yang sangat dinanti sang perempuan tua itu.


Saat yang paling membahagiakan si perempuan tua, justru menjadi saat tak menyenangkan bagi anak-anaknya. Pada saat makan malam seperti inilah, terkadang perempuan tua yang sudah pikun itu sering membuat kacau acara. Tangannya yang lemah dan gemetar serta penglihatan yang mulai rabun, membuatnya sulit untuk memilih serta menyantap makanan. Tak jarang, sendok dan garpu jatuh ke lantai, sayur sup tumpah membasahi taplak meja, karena ia tak mampu lagi menyangga mangkuk sup. Saat ia meraih gelas untuk minum, gelas itu malah jatuh ke lantai lalu pecah berantakan.

Semua anak dan menantunya menjadi jengkel dan gusar dengan tingkah perempuan tua itu. Mereka merasa sangat direpotkan dengan semua kejadian itu. Si sulung lalu berkata, "kita harus melakukan sesuatu. Aku sudah muak dan bosan melihat kejadian seperti ini terus menerus, sehingga kita tidak bisa menikmati makanan yang kita santap."

Lalu, mereka berembug dan akhirnya sepakat untuk membuatkan sebuah meja kecil untuk ibu mereka. Meja kecil itu ditempatkan di salah satu sudut ruang makan, terpisah dari meja makan utama. Di kursi serta meja itulah, perempuan tua itu akan duduk untuk menikmati makan malamnya, sendirian. Meja kecil itu juga dilengkapi dengan piring dan gelas kayu, agar tak pecah saat terjatuh.

Acara makan malam berikutnya berlangsung sukses. Tak ada lagi kekacauan yang disebabkan oleh perempuan renta itu. Semua orang makan dengan lahap. anak-anaknya menyantap makanan dengan lahap tanpa terganggu oleh ulah sang nenek. Agar nenek tua itu tidak memecahkan piring serta gelas, anak-anaknya membuatkan juga mangkuk serta gelas dari kayu.

Begitulah seterusnya, acara makan malam mereka tidak lagi terganggu sehingga mereka benar-benar menikmati kelezatan makanan yang mereka santap. Di sudut ruangan, perempuan itu tetap berusaha menikmati makan malamnya, meski kali ini ia harus tersingkir dari anak-anaknya sendiri. Perempuan tua itu merasa sangat sedih. Air matanya mengalir melewati gurat keriput di pipinya saat ia menyuapkan nasi ke mulutnya yang tak lagi bergigi.

Sejak si nenek disingkirkan di sudut ruangan, cucunya yang biasa bermain dengannya merekam kejadian yang menimpa neneknya itu ke dalam otaknya. Setiap acara makan malam bersama, ia selalu melihat kesedihan di wajah tua neneknya. Suatu malam, setelah acara makan malam bersama selesai, ia mengambil sepotong kayu dan meraut kedua ujungnya. Ayahnya yang melihat hal itu lalu bertanya, "Nak, kamu sedang membuat apa?"

"Oh, aku sedang membuat meja kayu buat ayah dan ibu, seperti halnya Ayah membuatkan untuk nenek. Kalau Ayah dan Ibu sudah tua seperti nenek, aku akan meletakkan meja ini di sudut ruang makan, persis seperti nenek," jawab anak itu sembari melanjutkan pekerjaannya.

Jawaban spontan itu membuat kedua orangtuanya terkejut dan sangat terpukul. Mulut mereka terkatup rapat dan tidak mampu mengeluarkan satu kalimat pun. Mereka tidak menyangka bahwa anaknya yang baru berumur enam tahun, mampu berkata seperti itu. Bersamaan dengan itu, air mata mulai bergulir dari kedua pipi mereka. Walau tak ada kata-kata yang terucap, mereka mengerti, ada sesuatu yang harus diperbaiki. Baca juga Surat Sedih dari Orang tua

Setelah kejadian malam itu, Si Bungsu selalu memapah ibunya ke meja makan untuk bersantap dan duduk berkumpul bersama dengan anak-anaknya. Tak ada lagi omelan yang keluar dari mulut mereka pada saat ada piring yang jatuh, makanan yang tumpah atau taplak meja ternoda. Mereka makan bersama lagi di meja utama. Dan anak kecil itu, kini tak lagi meraut untuk membuat meja kayu.

Semoga artikel diatas membuat anda sadar bahwa cinta kasih orang tua itu sepanjang jaman, yang akan diwariskan kelak untuk anak cucu kita. Mulai sekarang sayangi orang tua anda, mulailah dengan menelpon mereka hanya sekedar bertanya apa kabar akan membuat mereka senang, sebelum semuanya terlambat.

Sumber :

http://www.anehdidunia.com/2014/08/memilukan-kisah-nyata-anak-durhaka.html

Rabu, 10 Juni 2015

on Leave a Comment

9 Aksi Memaafkan Paling Luar Biasa

 Minta maaf memang berat untuk dilakukan, namun jauh lebih sulit untuk memaafkan. Seperti yang dilakukan seorang ibu di Iran yang mengampuni pembunuh putranya, sesaat sebelum pelaku digantung. Ada pria AS yang dipenjara 39 tahun atas dasar kesaksian palsu dan memaafkan penghasutnya atau seorang nenek yang pernah jadi tahanan di kamp konsentrasi yang 'mengadopsi' cucu mantan komandan Nazi.

Berikut 9 kisah menakjubkan, orang-orang berjiwa besar yang memaafkan sesamanya :

1. Ibu yang memaafkan pembunuh putranya yang akan digantung


Ibu korban tiba-tiba menghampirinya, menampar pipinya keras-keras, tapi memaafkan orang yang telah membunuh anaknya itu. Lilitan tambang siap menjerat leher Balal. Sesaat lagi, pria Iran itu segera digantung. Keluarga korban yang dibunuhnya diberi kesempatan mendorong kursi tempatnya bertumpu. Balal adalah terpidana mati kasus pembunuhan. Pria berusia 20-an tahun itu menikam Abdollah Hosseinzadeh (18) di tengah tawuran di jalanan kota Royan di Provinsi Mazandaran.

Namun, yang terjadi kemudian sama sekali tak disangka. Ibu korban tiba-tiba menghampirinya, menampar pipinya keras-keras, tapi memaafkan orang yang telah membunuh anaknya itu. Sementara, ayah korban melepas jerat yang melilit lehernya. Nyawa Balal tak jadi melayang.

Dari foto-foto yang diambil Arash Khamooshi, dari kantor berita semi-pemerintah, Isna, menunjukkan ibu Balal memeluk ibu korban. Dua perempuan itu saling berpelukan dan menangis -- yang satu telah kehilangan anak, lainnya mendapatkan putranya kembali.

Ibu korban yang memberikan maafnya, memang wanita yang luar biasa. Sebab, bukan kali ini saja ia kehilangan putranya. Anaknya yang lebih muda, Amirhossein tewas dalam kecelakaan motor saat berusia 11 tahun.

"Anakku, Abdollah sedang jalan-jalan di pasar malam bersama teman-temannya, saat itulah Balal mendorongnya," kata ayah korban, Abdolghani Hosseinzadeh, seperti Liputan6.com kutip dari Guardian, Kamis (17/4/201 "Anakku melawan dan menendang, tapi pembunuhnya mengeluarkan pisau dapur dari kaus kakinya dan menikamnya."

Namun, ayah korban berkesimpulan, Balal tak membunuh putranya dengan sengaja. "Ia tak tahu bagaimana menggunakan pisau. Ia masih naif."

Setelah kejadian, Balal melarikan diri namun kemudian ditangkap polisi. Butuh waktu 6 tahun persidangan hingga hakim mengeluarkan hukuman mati. Sebuah putusan yang memuaskan keluarga korban.

Namun, mengapa mereka lantas berubah pikiran dan memaafkan Balal?

Semua karena mimpi. "Tiga hari yang lalu istri saya melihat anak sulung saya dalam mimpi -- mengatakan bahwa mereka (ia dan adiknya) berada di tempat yang baik. Anak kami minta ibunya tak balas dendam. Ini menenangkan istri saya dan kami memutuskan untuk memberi pengampunan," kata Abdolghani.

Meski terbebas dari hukuman gantung, Balal tak lantas melenggang bebas. Ia masih harus menjalani hukuman pidana.

2. Tahanan kamp konsentrasi yang 'mengadopsi' cucu komandan Nazi


Di usianya yang ke-80 tahun, Eva Mozes Kor telah berdamai dengan masa lalunya. Juga dengan orang-orang yang pernah menyakitinya, termasuk Nazi. Nenek baik hati itu bahkan mengadopsi Rainer Hoess, cucu Rudolf Hoess -- komandan pasukan SS di kamp Auschwitz tempatnya dulu pernah dikurung.

Ia menganggap pemuda itu sebagai cucunya sendiri. Kala itu, Eva dan kembarannya Miriam dimasukkan paksa ke truk pengangkut ternak. Mereka dibawa ke kamp konsentrasi Auschwitz bersama anggota keluarganya yang lain.

Keduanya berhasil selamat meski harus menjalani eksperimen medis yang dilakukan Dr. Joseph Mengele, yang tenar dengan julukan "Angel of Death" -- Malaikat Kematian. Eva dan Miriam termasuk 200 orang -- dari 1.500 -- yang selamat dari kekejaman kamp Auschwitz, saat pasukan Uni Soviet membebaskan mereka pada Januari 1945. Tapi tidak untuk anggota keluarganya yang lain.

Beberapa dekade kemudian, Eva menerima email dari Rainer, kini 49 tahun, yang merasa jijik dengan kekejaman yang dilakukan kakeknya dan putus hubungan dengan keluarganya -- yang memilih tutup mulut sekian lamanya. Rainer meminta Eva untuk menjadi nenek angkatnya. Setelah bertatap muka, perempuan itu pun bersedia. "Aku bangga menjadi neneknya. Aku mengagumi dan mencintainya," kata dia.

Eva berharap, suatu hari nanti, Rainer yang putus hubungan dengan keluarganya sejak 1985, akan memaafkan mereka. Sementara, Rainer mengatakan, keluarganya menganggapnya pengkhianat karena menentang apa yang dilakukan sang kakek -- yang ditangkap tentara Inggris pada 1946 dan diadili di Pengadilan Nuremberg atas kasus kejahatan perang terkait pembunuhan massal 1,1 juta orang di Auschwitz.

"Sebelumnya, aku diwajibkan mengagungkan kakekku, menganggapnya pahlawan," kata dia seperti dimuat Daily Mail.

3. Narapidana tak bersalah memaafkan penghasutnya


Ricky Jackson mendekam dalam penjara selama 39 tahun. Ia baru menghirup udara bebas pada 2014, saat ia berusia 57 tahun. Untuk kesalahan yang tak pernah ia lakukan. Hebatnya, ia memaafkan orang yang telah menggiringnya ke penjara.

Pada tahun 1975, Jackson dan dua teman-teman ditangkap atas pembunuhan seorang penagih utang di sebuah toko di Cleveland, Ohio. Akibatnya, 2 di antara mereka, Jackson and Kwame Ajamu ditahan selama 39 tahun. Dasar penahanan mereka adalah pengakuan saksi mata Eddie Vernon, yang saat kejadian baru berusia 12 tahun. Belakangan terungkap, kesaksiannya palsu.

"Mereka tahu bahwa sesungguhnya aku tak menyaksikan apapun. Semuanya bohong belaka. Selama ini saya sudah memegang malu dan rasa bersalah di dalam, ingin melepaskannya, ingin maju dan melakukan hal yang benar," kata Vernon.

Saat menua, rasa bersalah makin besar dalam diri Vernon. Ia akhirnya mengaku pada seorang pastor bahwa ia telah berbohong pada polisi, jaksa, juga para juri di pengadilan.

Apa yang dimulai sebagai upaya untuk menyenangkan orang lain dan 'membantu' pihak berwenang, kebohongannya ternyata telah menghancurkan hidup orang lain. Vernon mengaku, penyidik mengumpannya dengan sejumlah informasi dari jumlah penyerang, senjata yang digunakan dan mobil yang dipakai untuk melarikan diri. Atas dukungan sang pastor, Vernon menarik kembali kesaksiannya. Jackson dan Ajamu dibebaskan pada 2014.

Pada akhir 2014, Ricky Jackson dan Vernon bertemu. Yang luar biasa, tak ada kepahitan dalam pertemuan itu. Jackson tak menyalahkan penghasutnya. Ia memaafkannya. Vernon lega bukan kepalang. Jackson memeluk dan menghibur Vernon yang berurai air mata. "Tak apa-apa, saudara. Kita berdua adalah korban. Tak apa-apa. Aku sudah memaafkanmu. Dan aku berada di sini untuk menyampaikannya langsung padamu."

Sama sekali tak mudah bagi Jackson untuk memaafkan. "Selama bertahun-tahun aku membencinya mati-matian untuk apa yang telah ia lakukan pada kami," kata dia. "Tapi aku harus melakukannya. Saya ingin melangkah ke depan, membuka lembaran baru, dan satu-satunya cara adalah dengan memaafkannya." Luar biasa.

4. Paus Yohanes Paulus II memaafkan pria yang ingin membunuhnya


Pada 13 Mei 1981, Yohanes Paulus II hampir tewas ketika ditembak oleh Mehmet Ali Agca, seorang ekstremis Turki. Kala itu, Sri Paus sedang memasuki Lapangan Santo Petrus untuk bertemu umat.

Dalam ambulans yang membawanya, di antara hidup dan mati, Sang Paus sudah memaafkan penembaknya itu. Kata maaf ia sampaikan secara terbuka pada 17 Mei 1981, 4 hari setelah upaya pembunuhannya yang gagal. Paus bahkan mengunjungi Agca di penjara pada 1983.

Keduanya bercakap-cakap dan berbincang-bincang beberapa lama. Setelah pertemuan tu, Paus kemudian berkata: "Apa yang kami bicarakan harus merupakan rahasia antara dia dan saya. Ketika berbicara dengannya saya anggap ia adalah seorang saudara yang sudah saya ampuni dan saya percayai sepenuhnya."

5. Ayah yang mengampuni orang yang membuat putranya celaka


Saat Connor Hanifin (19) diadili dalam kasus kelalaian lalu lintas yang menyebabkan kematian sahabatnya Francis Duddy, ayah korban tak hanya memberinya maaf. Tapi juga dukungan.

Francis Duddy tewas pada 8 Februari 2014, saat Honda Civic keluaran tahun 2006 yang dikemudikan Hanifin dalam kondisi mabuk menabrak pohon. Hanifin akhirnya divonis 3,5 tahun penjara. Dalam sidang putusan, sesaat sebelum vonis dibacakan, ayah korban, Dan Duddy Sr bicara pada terdakwa.

"Kau, Connor, harus bertanggung jawab atas apa yang kau lakukan. Namun, atas nama semua orang dalam hidupmu, kami memaafkanmu."

"Francis ingin kau terus hidup, Connor," kata ayah korban. "Itu juga yang kami inginkan."

6. Perempuan ini memaafkan remaja yang menembak wajahnya.


Pada tahun 1990, Debbie Baigrie menjadi korban penembakan dalam insiden percobaan perampokan. Kala itu ia sedang keluar dari sebuah restoran di Tampa, Florida. Peluru menerjang wajahnya. Butuh waktu lama, yang menguras fisik dan emosi, untuk pulih dari cideranya. Baigrie mengetahui bahwa orang yang menembaknya adalah Ian Manuel yang saat itu berusia 13 tahun.

Kemarahannya yang menggelegak berangsur menjadi simpati. Terbesit pertanyaan dalam dirinya, "Bagaimana bisa bocah semuda itu menjadi pelaku kejahatan sekejam itu?" Ia memutuskan untuk mencari tahu. Berdasarkan penelusuran yang ia lakukan, Baigrie mengetahui bahwa ibu Manuel adalah pecandu narkoba. Sejak kecil remaja itu kerap ditinggal sendirian di rumah. Kondisi itu yang mengubahnya menjadi pelaku kriminal di usia dini.

Setahun setelah penembakan, ada panggilan telepon dari dalam penjara. Manuel yang dijatuhi hukuman seumur hidup tanpa jaminan meminta maaf. Baigrie pun luluh, dan berterima kasih atas telepon itu. Kemudian, perempuan tabah itu mulai menerima surat yang dikirim Manuel dari jeruji penjara. Jumlahnya lebih 50 pucuk hingga hari ini.

Meski emosinya masih labil, Baigrie bertekad untuk memaafkan Manuel. Ia membantu bocah itu mendapatkan ijazah setingkat SMA. Saat kasus Manuel disidangkan kembali pada 2011, setelah Mahkamah Agung AS memutuskan bahwa remaja yang melakukan kejahatan yang tidak menyebabkan korban tewas tidak bisa dihukum penjara seumur hidup, Baigrie duduk di deretan pendukung terdakwa. Di baris ketiga. Manuel akhirnya dijatuhi hukuman 65 tahun, dan Baigrie berharap suatu hari nanti terpidana sempat merasakan udara bebas.

7. Ibu yang memaafkan anak yang mencoba membunuhnya


Warga Glendale, Arizona, Sarah Benson memaafkan putranya sendiri Isaac William Benson, yang mencoba membunuhnya pada Januari 2015. Isaac dipenjara setelah membanting ibunya ke tanah dan mencekiknya. Perempuan itu pingsan.

Saat sadar, Sarah menemukan putranya dalam kondisi berdarah-darah di bak mandi akibat luka tusuk. Ia cepat-cepat menghubungi 911. Meski diserang 2 kali, Sarah bersikukuh putranya adalah sosok yang baik. Masa kecil yang traumatis dan kekerasan yang dialaminya lah yang membuat Isaac 'kesetanan'.

8. Tukang roti memaafkan istri yang menusuknya dengan pisau


Julie Ballans (54) dituduh melukai suaminya sendiri, Dennis Ballans pada 21 Oktober 2014. Pria yang berprofesi sebagai pembuat roti itu menderita luka sedalam 1 inchi di bawah tulang rusuknya. Juga ditemukan luka dalam di bagian perut. Di muka pengadilan, Dennis Ballans mengatakan, ia telah memaafkan istrinya dan mengharap perempuan itu kembali dalam hidupnya.

9. Wanita Iran memaafkan lelaki yang membuatnya buta


Ameneh Bahramil, asal Iran, buta akibat serangan cairan kimia berbahaya yang dilakukan pria yang ia tolak lamarannya. Seharusnya, penyerangnya, Majid Movahedi, mengalami nasib serupa. Mata dibayar mata. Namun, Bahramil memaafkannya.

"Aku merasa sangat baik. Senang rasanya saya mengampuninya. Selama 7 tahun saya berusaha agar ia menerima hukuman retribusi. Namun, saya memutuskan untuk mengampuninya. Ini adalah hak saya, namun, korban yang lain mungkin tak akan melakukan hal yang sama."

Bahrami meminta kompensasi finansial alih-alih membutakan Movahedi -- pilihan dia sebelumnya tolak untuk mempertimbangkannya. Bahrami menerbitkan buku di Jerman, judulnya, Eye for an Eye, berdasarkan kisah nyata dan penderitaan yang ia alami sejak mendadak menjadi buta.

Sumber :

http://www.kaskus.co.id/thread/54cb55b314088d701d8b456b/9-aksi-memaafkan-paling-luar-biasa

Selasa, 09 Juni 2015

on Leave a Comment

Belajar dari Pohon Beringin

Siang ini terasa sangat panas terik, mungkin benar tentang pemanasan global yang sudah membuat suhu di Bumi semakin meningkat. Di antara teriknya matahari, terlihatlah sebuah pohon besar yang sangat rindang dan tua yang mampu meneduhi umat manusia atau makhluk hidup lainnya, yaitu tanaman atau pohon beringin. Pikiran saya terlintas mengenai pohon ini, bagaimana bisa pohon ini disebut angker oleh kalangan masyarakat? Bagaimana manfaat dari pohon ini dan nilai yang terkandung di dalamnya sehingga dihubungkan dengan salah satu sila Pancasila? Dan bagaimana pandangan masyarakat tentang pohon ini?


Pohon beringin memiliki nama latin Ficus benjamina, dengan cirinya memiliki ketinggian antara 20-25 meter, akar yang kuat untuk menopang, memiliki batang yang bulat dan besar, serta memiliki akar gantung yang keluar dari batangnya untuk membantu proses bernapas. Pohon ini memiliki bentuk daun tunggal, bertangkai pendek, dengan letak bersilang berhadapan yang jumlahnya banyak sehingga membantu proses fotosintesis. Bunganya tunggal, keluar dari ketiak daun, sementara buahnya buni berwarna hijau saat masih muda dan merah setelah tua. Pohon beringin mampu hidup sangat tua hingga ratusan tahun dan memiliki kemampuan beradaptasi yang baik di dalam segala kondisi.

Pohon beringin dikatakan sebagai salah satu pohon asli Indonesia, dan dipercaya oleh beberapa kalangan masyarakat sebagai mohon yang memiliki kekuatan supranatural yang tinggi. Banyak orang yang mempercayai pohon yang berukuran besar dan tua ini memiliki kekuatan magis yang tinggi sehingga masyarakat mempercayainya sebagai tempat yang angker. Ada juga yang menganggap bahwa pohon ini sebagai pohon keramat yang merupakan tempat tinggal dari makhluk halus yang ada di sekitar kita. Karena umurnya yang tua, serta adanya akar gantung menambah kesan seram dari tanaman ini. Terlebih juga, di beberapa daerah tanaman ini banyak terdapat di kuburan sehingga menambah lagi kesan mistisnya. Namun, beberapa cerita dari orang tua juga mengatakan bahwa pohon beringin ini dahulu ditanam di tengah-tengah kota sebagai simbol bahwa kekuasaan yang ada pada saat itu bersifat mengayomi dan melindungi seluruh penduduk. Berkembangnya banyak budaya tentang pohon ini juga menimbulkan pemujaan yang lebih kepada pohon ini, seperti di beberapa daerah masyarakat menghaturkan sesaji dan menghiasi kain untuk menyucikan pohon ini.

Beberapa cerita yang mengaitkan antara pohon beringin dan kemagisannya antaranya yaitu pohon beringin kembar di Alun-alun Kota Jogjakarta yang mengatakan bahwa bagi siapa yang mampu berjalan dengan mata tertutup hingga melewati antara dua pohon beringin ini maka setiap permohonannya akan terkabulkan. Ada juga cerita dari masyarakat Hindu di Bali yang juga menyucikan pohon beringin dengan selalu memberikan sesaji kepada “penunggu” yang berada di pohon tersebut. Di daerah ini memang pohon beringin biasanya terletak di kuburan, lapangan umum, ataupun tengah-tengah desa yang diberikan penyembahan lebih oleh masyarakat disana. Selain itu, dedaunan dari pohon ini juga digunakan sebagai sarana upacara keagamaan misalnya pada saat upacara “pengabenan”.


Terlepas dari semua cerita mistis dibalik pohon beringin, ternyata banyak nilai yang dapat kita pelajari dan ambil dari pohon beringin ini. Baik itu manfaat langsung yang dapat kita terima dari pohon ini atau nilai positif lainnya. beberapa manfaat lansungnya yaitu pohon ini sebagai penjaga ekosistem kita yang selain menguntungkan manusia juga makhluk hidup lainnya. Bagi manusia pohon ini sebagai tempat berteduh karena besar dan daunnya sangat rindang, juga sebagai penghasil oksigen yang banyak dan menyerap polusi udara dari lingkungan kita yang sudah banyak tercemar. Pohon ini juga mampu melindungi kita dari bahaya erosi tanah karena akar tanaman ini yang kuat yang mampu mencengkram tanah dengan baik, juga dengan akar yang besar ini juga membuat pohon beringin mampu menyerap air yang banyak dan menjadi penyimpan cadangan air pada saat musim kemarau. Dengan mampu hidup di berbagai kondisi membuat pohon beringin juga memberikan banyak manfaat bagi makhluk hidup lainnya. Pohon ini menjadi habitat bagi banyak hewan, misalnya burung yang membuat sarangnya di antara dedaunan pohon ini, monyet di hutan yang dengan bebas bergelantungan di antara akar pohon ini, serta rumah bagi hewan kecil lainnya. Adanya pohon beringin ini menjamin kelangsungan bagi makhluk hidup lainnya yang berada di sekitarnya.

Pohon beringin juga memiliki manfaat secara budaya dan religi. Di beberapa tempat, ada yang melakukan penyembahan kepada pohon ini karena menganggap pohon beringin sebagai pohon angker tempat tinggalnya makhluk halus. Layaknya seperti manusia yang akan marah apabila rumahnya dirusak bukankah begitu juga seharusnya makhluk lain jika rumah mereka dirusak? Dari hal ini dapat kita ambil nilai bahwa kita harus saling menyayangi antara manusia dan lingkungan. Dengan kita bisa saling menghargai antar makhluk ciptaan Tuhan maka keseimbangan alam pasti akan bisa terjaga dengan baik.

Selain manfaat secara langsung dari pohon ini, ada beberapa nilai filosofi yang bisa kita ambil baik untuk pribadi sebagai manusia ataupun nilai bagi negara dan untuk itulah mengapa pohon ini dijadikan sebagai banyak simbol di negara kita ini. Yang pertama yaitu pohon beringin yang mampu memberikan banyak keuntungan bagi alam sekitar, seperti pohon ini sebagai penjernih mata air yang membuatnya mampu menjadi tanaman konservasi mata air, tanaman yang memberi oksigen serta penyerap polusi udara, serta tanaman ini mampu berada di segala kondisi cuaca ataupun tanah dan mampu menjadi habitat bagi makhluk lainnya. Begitu juga kita, kita hidup di dunia ini tidak bisa seorang diri, sebaiknya pula kita bisa memberikan manfaat bagi orang yang berada di sekitar kita. Kita juga harus bisa beradaptasi dengan baik terhadap lingkungan dimanapun kita berada.

Yang kedua yaitu pohon ini merupakan pohon yang kuat dan kokoh, dengan daun yang lebat dan akar yang kuat mencengkram tanah mampu mengayomi yang ada di bawahnya. Tumbuh dari pohon ini juga tidak senantiasa ke atas, melainkan juga melebar dan mengembang ke samping serta menjuntai ke bawah. Di sini diartikan bahwa kita sebagai manusia harus bisa kuat, memiliki prinsip dasar yang tetap atas nama kebenaran, sehingga kita bisa mengayomi dan memberikan perlindungan bagi orang di sekitar kita. Selain itu, hidup kita juga jangan terus melihat ke atas, kita harus bisa menjangkau kehidupan di sekitar, dan jangan melupakan hal yang berada di bawah kita. Nilai sebagai pengayom dan pelindung bagi setiap orang disinilah yang membuat pohon beringin banyak diambil nilai filosofinya. Salah satunya yaitu sila ke-3 Pancasila yaitu Persatuan Indonesia. Di sini diharapkan Indonesia mampu mengayomi dan melindungi setiap warga yang ada di dalamnya yang memiliki banyak keberagaman suku, ras, adat, budaya, bahasa dan lainnya, seperti pohon beringin yang memiliki daun lebar dan rindang. Walaupun penuh keberagaman, banyak perbedaan, namun sebenarnya kita adalah satu, yaitu Indonesia, begitu pula dengan akar pohon beringin yang banyak menjuntai namun berasal dari pohon yang sama. Dengan mengetahui nilai-nilai ini, berpegang pada prinsip akar yang kuat, maka kita pasti mampu mewujudkan Persatuan Indonesia.

Ada banyak hal yang bisa kita pelajari dari pohon beringin ini, terlebih pohon beringin yang umurnya sudah sangat tua masih bisa memberikan banyak manfaat bagi kita manusia. Sekarang bagaimana kita agar bisa lebih membuka mata dan mengusahakan yang terbaik agar bisa bermanfaat bagi orang lain, bagi bangsa dan Negara Indonesia.

Sumber : 

http://www.kaskus.co.id/thread/5529fe26148b4646218b4570/belajar-dari-pohon-beringin/?ref=postlist-21&med=recommended_for_you

on Leave a Comment

Hindari! 7 Hal Berbahaya Ketika Orang Marah, Termasuk Status BBM Anda


Menurut psikologi, terdapat beberapa rumusan tentang marah, di antaranya: marah yaitu perubahan dalam diri atau emosi yang dibawa oleh kekuatan dan rasa dendam demi menghilangkan gemuruh di dalam dada, hingga mereka berkata dalam definisinya: kemarahan yang teramat sangat.

Ada beberapa pengertian marah yang diutarakan pakar misalnya:

  • Menurut C.P. Chaplin, Anger (marah, murka, berang, gusar; kemarahan, kemurkaan, keberangan, kegusaran) adalah reaksi emosional akut ditimbulkan oleh sejumlah situasi yang merangsang, termasuk ancaman, agresi lahiriah,pengekangan diri, serangan lisan, kekecewaan, atau frustrasi, dan dicirikan oleh reaksi kuat pada sistem syaraf otonomik, khususnya oleh reaksi darurat pada bagian simpatetik; dan secara implisit disebabkan oleh reaksi serangan lahiriah, baik yang bersifat somatis atau jasmaniah maupun yang verbal atau lisan.
  • Menurut al-Jurjani yang dikutip Yadi Purwanto dan Rachmat Mulyono, marah adalah perbuatan yang terjadi pada waktu mendidihnya darah di dalam hati untuk memperoleh kepuasan apa yang terdapat di dalam dada.
  • Menurut Muhammad Utsman Najati, marah adalah emosi alamiah yang akan timbul manakala pemuasan salah satu motif dasar mengalami kendala. Apabila ada kendala yang menghalangi manusia atau hewan untuk meraih tujuan tertentu dalam upaya memuaskan salah satu motif dasarnya, maka ia akan marah, berontak, dan melawan kendala tersebut. Ia juga akan berjuang untuk mengatasi dan menyingkirkan kendala tersebut hingga ia bisa mencapai tujuan dan pemuasan motifnya.  
  • Menurut Mawardi Labay El-Sulthani, marah adalah suatu luapan emosi yang meledak-ledak dari dalam diri yang dilampiaskan menjadi suatu perbuatan untuk membalas kepada orang yang menyebabkan marah.


Nah..Ada tujuh hal yang tidak boleh dilakukan ketika marah menurut psikolog, apa itu?
Seperti dilansir dokter.id dari womanitely, yuk kita simak bersama guys  

1. Memberitahukan kemarahan Anda pada media sosial


Sangat disayangkan, sekarang ini banyak orang memberitahu apa perasaan mereka melalui berbagai media sosial seperti facebook, status bbm (blackberry messenger), dan sebagainya. Hal ini dapat berdampak buruk pada reputasi Anda, terutama bila Anda sering mengekspresikan kemarahan Anda melalui berbagai media sosial tersebut.

2. Membuat suatu keputusan


Saat Anda ingin mengambil suatu keputusan, terutama keputusan penting dalam kehidupan Anda, maka jangan pernah melakukannya saat Anda merasa marah. Menenangkan diri sebelum mengambil suatu keputusan akan lebih baik bagi Anda. Jika Anda membuat keputusan saat sedang marah atau memiliki perasaan negatif lainnya, maka Anda mungkin akan menyesali keputusan Anda tersebut. Kendalikanlah emosi Anda sebelum membuat keputusan apapun.

3. Melampiaskannya pada orang lain


Anda mungkin tidak menyadarinya, akan tetapi saat Anda marah, Anda mungkin sering melampiaskannya pada orang lain. Kendalikanlah emosi Anda bila Anda tidak ingin merusak hubungan Anda dengan orang lain.

4. Mengemudi kendaraan bermotor


Jika Anda sedang marah, maka usahakan untuk tidak mengemudi kendaraan bermotor. Berdasarkan berbagai penelitian, orang yang sedang marah cenderung bersikap agresif dan ceroboh saat mengemudi, yang meningkatkan resiko terjadinya kecelakaan lalu lintas. Akan lebih baik bila Anda berhenti sejenak dan menenangkan diri Anda sebelum kembali mengemudi.

5. Memberitahu masalah Anda pada semua orang


Memberitahu orang-orang terdekat yang dapat Anda percayai mengenai berbagai masalah Anda merupakan suatu hal yang normal, akan tetapi jangan memberitahu semua orang mengenai masalah Anda. Hal ini dapat membuat orang lain salah paham dan justru mulai bergosip tentang Anda. Teman-teman atau anggota keluarga yang dapat dipercaya mungkin dapat membantu memberikan berbagai nasehat yang berguna bagi Anda.

6. Kembali pada kebiasaan buruk Anda


Kemarahan dapat mengalahkan tekad Anda untuk berhenti merokok atau mengonsumsi minuman beralkohol dan Anda pun akan mendapatkan masalah baru. Berolahraga juga dapat mengurangi rasa marah Anda atau berbagai emosi negatif lainnya. Saat berolahraga, tubuh akan menghasilkan hormon serotonin, yang dapat mengurangi perilaku agresif dan membuat mood Anda menjadi lebih baik.

7. Bersosialisasi


Bersosialisasi dan berpergian bersama orang lain saat Anda sedang marah mungkin akan terasa sulit. Akan lebih baik bila Anda menyendiri dulu untuk sementara waktu hingga amarah Anda mereda. Hal ini akan mencegah Anda melampiaskan amarah Anda pada orang lain dan membuat reputasi Anda tetap terjaga.

Sumber :

http://www.kaskus.co.id/thread/5576783431e2e62e6b8b456b/?ref=homelanding&med=hot_thread

on Leave a Comment

Demi Sesuap Nasi, Nenek 111 Tahun Ini Jualan Kacang Rebus di Stasiun Tugu Yogya


Usianya tak lagi muda, namun semangat hidupnya, tetap membara. Namanya Nenek Tumirah, usianya sudah 111 tahun. Nek Tumirah tinggal di Sosrowijayan, Gedongtengen, Kota Yogyakarta. Sejak usia 97 tahun, Nenek Tumirah berjualan kacang di stasiun Tugu Yogyakarta. Harga kacang yang Nenek ini jual hanya 5ribu/bungkus. Sejak pukul 2 siang Nenek ini sudah menjual kacang, Nek Tumirah pulang saat azan maghrib berkumandang. Di Yogya Nenek tumirah tinggal sendirian, Nek Tumirah ga mau memberatkan satu-satunya anak perempuannya.


Dengan bersandar di pilar parkiran motor di Stasiun Tugu Yogyakarta, Nenek Tumirah tersebut menjajakan kacang sejak pukul 2 siang. Siang itu matahari begitu terik, namun tubuh rentanya tak beranjak dari tempatnya bersandar menunggu pembeli. Orang banyak yang berlalu lalang seperti tak menggubris keberadaannya.

Saat pagi masih sejuk, Nek Tumirah diantar cucunya ke Stasiun Tugu Yogyakarta dengan menggunakaan becak. Dibantunya cucunya tersebut, sebuah bakul berisi kacang rebus siap jual diturunkan. Bakul tersebut yang akan menemani Nek Tumirah hingga sore menjelang.

“Saya enggak mau merepotkan orang, kalau masih bisa cari makan sendiri ya lebih baik berusaha,” katanya Nenek Tumirah.

Nenek Tumirah memberi banderol 5 ribu rupiah/bungkus kacang yang dijualnya. Laku atau tidak kacang yang dijualnya hari itu, Nenek Tumirah akan tetap pulang saat menjelang Maghrib dijemput cucunya.

Penghasilan Nenek Tumirah dari berjualan kacang rebus tidak menentu. Jika saat sedang sepi, seringkali Nenek hanya mampu menjual beberapa bungkus saja. Namun yang sedikit itu selalu Nek tumirah syukuri, menurutnya setiap rezeki dari Allah akan selalu mendatangkan keberkahan.

“Sehari dapatnya berapa? Ya cukup untuk makan, kalau kurang dicukup-cukupkan. Ngucap syukur, berapa saja yang laku itu rejeki dari Allah,” ungkap Nenek Tumirah


Kacangnya di alas berupa kain dan dipasang payung berwarna hijau yang sudah rusak. Kacang-kacang yang sudah dibungkus, di tata Nek Tumirah rapi diatas nampan usang.

Siapa tahu dengan ditata begitu, banyak calon pembeli yang lebih tertarik. Sementara di bagian yang lain, kacang-kacang yang belum dibungkus dibiarkan menumpuk.


"Den kacange den.. neng kacange neng.. Lima ribuan saja mas", ujar nenek berusia 110 tahun ini menawarkan kacang dagangannya kepada siapa saja yang kebetulan lewat.

Namun, tidak banyak yang tertarik. Terkadang dilirik saja tidak. Tapi jika sedang bernasib baik, 10 kilogram kacang yang ia bawa biasanya habis saat menjelang maghrib atau isya.

Lantaran usianya yang sudah senja, Nek Tumirah pun kerap kali kesulitan untuk berjalan. Lantas apa yang membuatnya tetap semangat berjualan? Ternyata karna Nek Tumirah ini ingin mencari uang sendiri. Sukur-sukur saat ada keuntungan lebih, bisa berbagi dengan 9 cucu dan 22 buyutnya.


"juga biar gak nganggur di rumah terus", ujar nenek yang pernah merasakan masa penjajahan Belanda di Yogyakarta ini.

Nenek berusia 111 tahun tersebut mengatakan saat penjajahan Jepang beliau jarang makan karena takut keluar, karena banyak tentara Jepang kerap berpatroli di sekitaran rumahnya di Sosrowijayan, Gedongtengen, Kota Yogyakarta.

"Zaman penjajah Jepang, sama makan sehari bisa untuk dua atau tiga hari. Karena takut keluar, enggak punya makanan di rumah. Takut kalau diculik Jepang", katanya Nenek Tumirah.

Bahkan karena begitu takut dengan Jepang, Nenek dan suaminya membuat lubang persembunyian di bawah rumahnya. Untuk menyembunyikan lubang tersebut, Nek tumirah dan suaminya merobohkan rumahnya sehingga Jepang menyangka penghuni rumah sudah pergi.

“Saat itu anak saya masih kecil, itu pas Jepang datang, suami saya ya meninggal pas zaman Jepang,” ujar nenek yang mengaku memiliki 7 cucu dan 22 cicit ini.

Saat suami sudah tiada dia bekerja sebagai buruh cuci pakaian dan juga buruh tani di ladang. Masa itu disebut sebagai masa yang begitu sulit. Kondisi mulai berubah ketika Indonesia merdeka dan Yogyakarta bergabung dengan Indonesia.


“Saya dari dulu tinggal ya di situ (Sosrowijayan) jadi bisa merasakan bagaimana perubahannya dari zaman Jepang dan zaman Kemerdekaan,” ungkapnya.

Jika membandingkan zaman sekarang dengan zaman dulu, Nek Tumirah mengaku hidup lebih enak pada zaman dulu, sebab jika tidak punya uang untuk makan dia masih bisa makan dengan hasil kebun.

“Sekarang itu duit Rp 100 enggak bisa buat apa-apa, kalau dulu satu sen saja sudah bisa makan kenyang. Sekarang seribu saja makan enggak kenyang,” tandasnya. 

Sumber :

http://www.kaskus.co.id/thread/5576691e128b460f758b4570/?rf=homelanding&med=hot_thread

Sabtu, 06 Juni 2015

on Leave a Comment

Hakikat Masalah Dalam Kehidupan Kita

Problem in life

Hakikat dunia ini adalah masalah. Dengan banyaknya masalah maka terciptalah berbagai lapangan kerja dan profesi. Right..??

Nah, hakikat masalah yang membebani kehidupan kita adalah sebuah pesan yang datang dari Allah swt, sebuah pesan dari alam bawah sadar kita. Sebuah pesan yang berbunyi,

"Perbaiki diri, evaluasi diri, Tingkatkan ketakwaan, & mendekatlah pada-Ku, jalan menuju kemuliaan dirimu sudah Aku berikan lewat ujian masalah ini."

Ketahuilah bahwa sesungguhnya dalam kehidupan ini kita sering mendapatkan sesuatu yang tidak kita sukai. Oleh karena itu daripada memendam sakit hati kepada kehidupan, adalah lebih baik bila kita belajar untuk menyukai apapun yang kita dapatkan. Dengan menerapkan sikap ini kita sudah merubah posisi diri kita, yaitu bila kita suka berkeluh kesah ataupun marah-marah atas segala masalah kehidupan kita. Maka saat itu posisi diri kita adalah sebagai KORBAN. Sebagai object yang tidak berdaya mengahadapi kondisi dan situasi yang tidak menyenangkan.


Nah, alih-alih berkeluh kesah. Bukankah lebih baik Kita terima saja dengan ikhlas segala keadaan itu, toh... itu adalah situasi yang dimana kita sudah dalam posisi tidak bisa untuk menghindarinya. Mau tidak mau situasi itu harus kita lalui... Nah, dengan merubah sikap kita tersebut. Posisi kita berubah dari sekedar KORBAN, kita sekarang menjadi PELAKU atau Subject. Sebagai pelaku, maka kitapun punya kemampuan untuk merubah Masalah menjadi Berkah. 

Pandangan kita akan berubah, tidak lagi memandang masalah sebagai sebuah beban. Namun memandang masalah sebagai sebuah kesempatan untuk memperbaiki kualitas kehidupan kita. Sebuah kesempatan untuk memperbaiki keadaan, dan menghapus kesalahan di masa lalu. Sehingga dengan begitu kita malah bisa mengucapkan puji syukur kepada Tuhan, atas masalah yang diberikan kepada kita. Yang dengan masalah itu bisa menjadi sebuah batu pijakan untuk kita meraih kesuksesan di masa mendatang. Inilah, ciri-ciri karakter orang-orang Sukses yang harus juga kita miliki.

Life is Never Flat
Kehidupan di dunia tidak pernah datar dan lurus-lurus saja. Life is never flat and life is never straight. Pengusaha sukses tidak akan selamanya sukses suatu saat ia harus besiap menghadapi kerugian. Pelajar yang pintar nan cerdas tidak akan selalu mendapatkan nilai di atas rata-rata, suatu saat ia harus siap dengan nilai yang tidak memuaskan. Orang yang badannya selalu sehat, harus siap jika suatu hari tubuhnya dilanda kesakitan. Di suatu waktu, kebahagiaan tiba memenuhi ruang di dalam hati, tapi di lain waktu seseorang harus siap ketika kesedihan kunjung.

Ini adalah wujud bahwa semua yang ada di dunia ini diciptakan oleh Allah swt. secara berpasangan dan semuanya tidak pernah diam dalam suatu keadaan. Terus berputar, silih berganti.

Dua Macam Ujian
Kita sering merasa bahagia jika yang terjadi pada diri kita adalah sesuatu yang kita harapkan, sesuatu yang kita inginkan dan kita cita-citakan. Kaya raya, bisnis sukses, memiliki tubuh yang selalu sehat, memiliki keluarga yang sakinah, mawaddah dan rahmah. Itu adalah beberapa contoh harapan dan keinginan hidup.

Sebaliknya, kita merasa sengsara, sedih, dan berduka ketika mendapatkan segala hal yang tidak kita inginkan. Misalnya, sakit. Siapa yang mau sakit? Tidak akan ada kan, karena semua orang hanya menginginkan sehat. Misalnya juga bangkrut. Siapa pengusaha yang ingin usahanya gulung tikar? Oh... tidak bisa! Begitu kata Sule, he...he...he... Atau tidak lulus Ujian Nasional (UN) yang momok menakutkan bagi para pelajar kelas IX dan XII. Saya kira tidak ada pelajar yang ingin gagal UN, semuanya pasti hanya menginginkan satu kata saja tidak yang lain yaitu L-U-L-U-S alias lulus.


Islam memandang bahwa bagaimana pun kondisi yang sedang terjadi, semua adalah ujian kehidupan. Mau kesenangan atau kesengsaraan, mau kebahagiaan ataupun kesedihan, dua hal ini adalah ujian. Dan, memperkuat realitas tersebut, Ibnu Abbas mengungkapkan bahwa sesungguhnya dunia adalah ruang ujian. Innaddun-yā dārul balā. Demikian tegasnya.

Namun, kebanyakan manusia baru merasa sedang diuji oleh Allah ketika mendapatkan sesuatu yang tidak diharapkan kedatangannya. Jika ini terjadi pada diri seseorang, Umar bin Khathab lebih dahsyat menegaskan bahwa orang tersebut adalah makhdū’un ‘an ‘aqlihi, tertipu oleh akalnya sendiri. Pertanyaan saya adalah, mungkinkah ada orang yang tertipu oleh akalnya sendiri? Jika ada, orang tersebut adalah orang yang sangat bodoh. Dan label ini diberikan Umar putra Khathab kepada orang yang tidak merasa sedang diuji oleh Allah dengan segala bentuk kesenangan hidup.

Sumber :

http://collection27.blogspot.com/2013/02/hakikat-masalah-dalam-kehidupan-kita.html

Minggu, 31 Mei 2015

on Leave a Comment

Bagaimana Anda Mengukur Kesuksesan ?

Hasil gambar untuk orang sukses

Coba perhatikan situasi berikut :

Siapa yang menurut Anda benar-benar sukses ?

Riza : 
Riza mengelola sebuah usaha. Ia jujur, rajin, dan sopan. Usahanya maju sehingga ia dan keluarganya hidup nyaman.

Tondi :
Tondi mengelola usaha yang serupa, dan penghasilannya jauh lebih besar daripada penghasilan Riza. Tapi, usahanya unggul dalam persaingan bisnis, Tondi jadi kecanduan kerja dan mengidap berbagai penyakit.

Helda :
Helda adalah Mahasiswi di sebuah Universitas yang rajin dan senang belajar. Hasilnya, nilainya selalu bagus.

Mawar :
Mawar nilainya lebih tinggi daripada nilai Helda dan menjadi salah satu murid yang berprestasi. Tapi, ia sering mencontek sewaktu ulangan dan tidak terlalu suka pelajaran di sekolahnya.

Jika Anda menganggap yang sukses itu Tondi dan Mawar, atau keempat-empatnya, Anda mungkin mengukur kesuksesan dari haslnya saja, tidak soal caranya mereka bisa sukses. Sebaliknya, jika Anda hanya memilih Riza dan Helda, Anda mungkin mengukur kesuksesan dari kepribadian dan cara mereka memandang apa yang mereka kerjakan. Dan, itu masuk akal. Pertimbangkan hal berikut :

Apa yang lebih baik bagi masa depan Helda, mendapat nilai tertinggi atau memupuk sikap suka belajar ?
Mana yang lebih baik bagi anak-anak Riza, bisa membeli semua yang mereka inginkan atau punya ayah yang menganggap penting waktu bersama keluarga ?

Intinya : Sukses yang palsu didasarkan atas apa yang tampak dari luar, sukses yang sebenarnya didasarkan atas pandangan yang benar tentang apa yang penting.





on Leave a Comment

Apa Sukses Itu ?

Hasil gambar untuk orang sukses

Apa yang lebih buruk daripada kegagalan ? Sukses yang palsu. Kalau Anda gagal, Anda masih bisa memperbaiki keadaannya. Paling tidak, Anda bisa belajar dar pengalaman dan bertekad untuk berbuat lebih baik pada kesempatan lain. Lain halnya dengan sukses yang palsu. Ands mungkin menganggap Anda sudah berhasil, tapi sebenarnya anda gagal. Sewaktu sadar Anda perlu berubah haluan, bisa jadi itu sudah terlambat.

Perhatikan ada sebuah pernyataan "Apa manfaatnya bagi seseorang jika dia memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan jiwanya ?". Hal itu bisa saja terjadi atas orang yang hidupnya hanya mengejar uang dan semua yang dapat dibeli dengan uang. Itulah contoh nyata sukses yang palsu. "Terus memikirkan kenaikan jabatan, cara mendapat lebih banyak uang atau lebih banyak barang tidak menghasilkan kepuasan batin," tulis seorang penasehat karier Tom Denham. "Sungguh bodoh kalau kesuksesan hanya diukur dengan uang, karena pada akhirnya Anda akan menuai kehampaan".

Hasil gambar untuk orang sukses

Rupanya, banyak orang dewasa ini setuju. Dalam sebuah survei yang diadakan di Amerika Serikat, ternyata "punya banyak uang" berada di urutan ke 20 dari 22 "hal yang bisa membuat orang sukses". Hal-hal seperti tubuh sehat, hubungan baik dengan keluarga dan teman, serta pekerjaan yang disukai justru ada di urutan atas.

Jelaslah, paling tidak sewaktu ditanyai, banyak orang bisa membedakan antara sukses yang palsu dan sukses yang sebenarnya. Tapi, yang lebih sulit adalah bertindak menurut pandangan yang benar tentang kesuksesan. 


Kamis, 21 Mei 2015

on Leave a Comment

Berbuat Baik Itu Indah dan Membahagiakan

Berbuat Baik Itu Indah dan Membahagiakan

Sore itu sesaat setelah pulang kantor, saya singgah di sebuah kedai soto dan memesan semangkok soto sambil duduk membaca koran menunggu macet yang belum juga terurai.
Seorang ibu setengah tua dengan 2 orang anak kecil berpenampilan sederhana masuk ke kedai soto tersebut. Ia lalu bertanya kepada si penjual soto. “Mas, berapa harga semangkok sotonya?
Rp. 10.000, Bu” kata penjual soto sambil tersenyum hangat.
Kedua anak saya sungguh ingin makan soto, tapi uang saya hanya Rp. 7000. Apa bisa dibuat 2 porsi walau hanya kuah dan sedikit mie, tak menjadi masalah, kan?” Tanya ibu dengan nada sedikit ragu.
Oh, mari Bu masuk, silahkan duduk.” Kata mas penjual soto dengan santun.
Tak lama kemudian 3 mangkok soto berukuran besar sudah dihidangkan di depan ibu dan kedua anaknya tersebut.
Tapi uang saya hanya Rp 7000…Mas?” Tanya ibu itu sekali lagi dengan ragu. Rupanya sang ibu masih punya harga diri untuk tidak meminta porsi penuh.
Oh…nggak apa-apa kok bu, ibu bertiga makan saja dan simpan uang ibu,” jawab sang penjual soto.
Ibu itu lalu tersenyum dan membungkukan separuh tubuhnya.
[Saya tersenyum kagum, melihat kebaikan penjual soto itu…]
Setelah makan dengan lahapnya, ibu dan kedua anaknya tersebut lalu meminta izin pergi sembari mengucap terima kasih berulang kali kepada si tukang soto. Tukang soto menanggapinya dengan senyuman yang tak pernah lepas, penuh keikhlasan.
Sekitar 5 menit setelah ibu dan kedua anaknya itu beranjak pergi, seorang pemuda yang dari tadi duduk di pojok kemudian berdiri dan membayar penjual soto dengan uang Rp 100.000 lalu pergi begitu saja.
Mas, ini kembaliannya,” kata si tukang soto.
Saya makan 1 mangkok dan 1 bungkus kerupuk, sisanya untuk bayar Ibu dan 2 anak tadi Bang,” kata pemuda itu sambil menghidupkan sepeda motornya.
****
Saya benar-benar terpesona, dengan kebaikan-kebaikan yang dihadirkan di depan mata saya sore itu.
Si ibu miskin yang jujur dan tak mudah meminta-minta, penjual soto yang baik serta seorang pemuda yang sungguh dermawan…dan sayapun kecipratan kebahagiaan karena menyaksikan kejadian itu.
****
Jika saja setiap orang tidak melulu menggunakan hukum dagang dan transaksional, tentu pintu-pintu kesempatan berkah akan banyak terbuka.
Berbuat baik itu indah dan membahagiakan. Jika saja setiap orang lebih dahulu MEMBERI (GIVER) bukan MEMINTA (TAKER), dunia tentu akan tersenyum.
*Dikutip dari status Bella Nandya Pradita

Sumber : 

http://www.asritadda.com/inspiration/berbuat-baik-itu-indah-dan-membahagiakan.htm#sthash.1uERypWA.dpuf
on Leave a Comment

Makna Hidup dan Kehidupan

Makna Hidup dan Kehidupan

Pernahkah Anda merenungi makna hidup dan kehidupan yang Anda jalani selama ini?
Pernahkan terbersit tanya dalam jiwa tentang apa, bagaimana dan untuk apa kita menjalani kehidupan ini?
Ya, hidup dan kehidupan adalah hal yang mestinya kita maknai dengan penuh hikmah.
Karena pasti, bahwa Tuhan tidak akan menganugerahkan kehidupan kepada kita untuk sesuatu yang tidak berarti sama sekali!
Tulisan Anis Matta berikut ini mungkin bisa menjadi bahan renungan bagi kita, betapa kehidupan perlu diisi untuk memberinya makna. Judul artikel aslinya adalah “As-Sibaq (Berpacu)“.
Hidup adalah masa karya. Setiap kita diberi rentang waktu, yang kemudian kita sebut umur, untuk berkarya.
Harga hidup kita, di mata kebenaran, ditentukan oleh kualitas karya kita.
Maka sesungguhnya waktu yang berhak diklaim sebagai umur kita adalah sebatas waktu yang kita isi dengan karya dan amal. Selain itu, ia bukan milikmu.
Itulah undang-undang kebenaran tentang hakikat waktu. Kita bukan waktu yang kita miliki. Tapi kita adalah amal yang kita lakukan.
Dalam relung hakikat itulah Allah SWT menurunkan titah-Nya untuk ‘berpacu’ dan ‘berlomba’ dalam medan kehidupan (as-Sibaq).
Hidup ini adalah jalan panjang yang harus kita lalui. Tak satupun diantara peserta kehidupan itu yang diberitahu dimana dan kapan ia harus berhenti. Sebab tempat perhentian pertama yang engkau tempati berhenti adalah ajalmu. Akhir masa karyamu.
Begitulah para sahabat dan semua manusia muslim yang agung dan besar yang pernah hadir di pelataran sejarah, memahami makna waktu dan hidup, serta melaluinya dengan semangat perpacuan yang tak pernah dapat digoda oleh kelelahan.
Apa yang mereka pakai adalah kendaraan jiwa yang seluruh muatannya adalah makna hidup itu sendiri, serta kehendak yang telah terwarnai oleh makna itu. Tak ada ruang kosong dalam kendaraan jiwa mereka yang tak terisi oleh kehendak dan azimah.
Perjuangan, bagi manusia-manusia agung itu, adalah sebuah instink yang sama kuatnya dengan instink lain dalam diri mereka. Sebab, kata sastrawan Mesir, Musthofa Shodiq Ar-Rofi’i, “Rupanya perjuangan itu mempunyai instink yang sanggup mengubah seluruh kehidupan ini menjadi kemenangan. Sebab setiap anak pikiran yang hinggap disitu, selalu langsung menjelma jadi pembunuh-pembunuh kekalahan”.
Mengeluh, dalam instink perjuangan mereka, hanyalah sepoi yang hendak merayu benteng obsesi mereka. Kelelahan, dalam tradisi keagungan mereka, bagai sebatang lilin yang ingin menghisap gelombang.
Semua yang ada di permukaan bumi ini adalah tanah tempat kaki kebesarannya mengayuh derap langkah melewati hari-hari.
Dalam semangat perpacuan itu, semua tantangan yang mereka temui hanya berfungsi melahirkan bakat-bakat baru, kecerdasan-kecerdasan baru, kehendak-kehendak baru.
Inilah rahasia besar yang menyingkap tabir kebesaran sahabat, tabi’in serta ulama, zu’ama dan mujahidin besar yang pernah menggoreskan tinta emas dalam sejarah Islam kita.
Banyak diantara mereka yang syahid dalam usia yang teramat muda. Imam al-Ghazali meninggal dalam usia 45 tahun, Umar bin Abdul Azis dalam usia 39 tahun, dan Hasan al Banna dalam usia 41 tahun. Tapi ‘usia’ mereka bagai memanjang mengikuti rentang panjang keabadian.
“Sebab ketika jiwa itu kosong, pikirannya akan lebih kosong. Ia akan terus mencari semua yang akan membuatnya lupa pada sang jiwa. Sedang manusia agung itu, hidup penuh sepenuh jiwanya,” kata Musthofa Shodiq Ar-Rofi’i.

Sumber :


http://www.asritadda.com/inspiration/makna-hidup-dan-kehidupan.htm#sthash.5c3WmSPI.dpuf
Diberdayakan oleh Blogger.