Selasa, 19 Mei 2015

on Leave a Comment

Besarnya Kasih Sayang Ibu Untuk Anaknya

Ibu adalah wanita yang paling berjasa dalam hidup seorang anak dimanapun berada termasuk kita. Amat besarnya kasih sayang ibu untuk anaknya, tak mungkin dapat kita bayangkan dan perumpamaan seindah apapun mungkin tak akan sebanding dengan realita kasih sayang yang mereka berikan dengan tulus kepada kita. Pada kesempatan ini, izinkan saya untuk sedikit mengulas tentang besarnya kasih seorang ibu bagi anak-anaknya.

Sekilas Tentang Ibu

Mungkin kita pernah mendengar berita atau kisah seorang ibu yang tega menyakiti atau bahkan membunuh anaknya sendiri. Tapi pastilah kita jauh lebih sering lagi mendengar atau membaca kisah-kisah tentang besarnya kasih sayang seorang ibu. Atau tidak lah usah kita melihat jauh terhadap kisah yang dialami oleh orang lain yang ditulis dalam buku-buku sejarah atau dicetak menjadi sebuah novel yang mahal, bukankah kita sendiri mempunyai dan cukup mengenal seorang wanita yang pernah kesakitan saat melahirkan anaknya, yaitu “KITA”.
Ibu adalah ia yang tak akan tega melihat atau menyaksikan anaknya menderita. Mungkin jika diberikan pilihan kepadanya antara hidup dan kematian yang sangat menentukan, ia akan memilih mati agar kita sebagai anaknya tegap hidup. Mungkin kita tidak lagi ingat ketika ibu kita dengan sangat rela membersihkan kotoran kita saat kita balita, ia yang dengan sabar menyuapi kita saat kita rewel atau yang dengan sabar menunggu malam agar cepat berlalu ketika kita terbaring sakit dengan matanya yang sayu karena tidak tidur mengkhawatirkan kita.  Lantas, sudahkah kita ingat ia ketika kita dewasa?
Memang terkadang akan ada saja kekesalan yang akan dirasakan oleh seorang anak dengan berbagai alasan karena orang tua nya. Mungkin kita pernah merasa tidak dihargai, atau tidak disayangi karena ibu kita lebih menyayangi saudara kita sendiri yang memiliki kelebihan dibandingkan kita atau memang ibu kita lebih menyimpan simpati dan kasih sayang nya kepada saudara yang lain. Mungkin perasaan ini masih ada sampai kita dewasa, jika memang ia sadarkah kita, bahwa kita telah menghilangkan satu poin penting yang sangat berharga dalam hidup kita, yaitu tuntunan kita sebagai seorang anak adalah senantiasa berbakti kepada orang tua kita termasuk dalam hal ini seorang ibu. Jika kita merasa tidak disayangi, bukankah banyak orang yang merasa tidak disayangi padahal ia adalah orang yang paling diperhatikan pada kenyataannya. Jadi semua berawal dari rasa tidak terima kita..
Hasil gambar untuk kasih sayang seorang ibu
Tidak mudah memang terkadang membina hubungan yang baik dengan seorang ibu. Seorang anak yang telah beranjak dewasa, ia lebih sering melupakan ibu dan bapaknya. Malah sering kita dengar ada anak perempuan yang gemar sekali memusuhi ibu yang seharusnya ia hormati. Jika kita adalah anak laki-laki, mungkin kita adalah yang termasuk anak yang sering jauh dan jarang bertemu dengan ibu kita karena kesibukan yang tak memberikan waktu luang sedikitpun walau hanya untuk menghubunginya via telpon.

Kasih sayang ibu sepanjang masa 

Jika dihadapkan padanya antara hidup dan kematian, pastilah ia akan memilih mati agar kita tetap hidup

Rasanya tidak terlalu berlebihan kalimat tersebut untuk menggambarkan betapa besar kasih sayang seorang ibu kepada anaknya, yaitu “kita”. Seorang ibu adalah ia yang telah berjuang dengan gigih saat melahirkan kita, pastinya kita tak akan ingat ketika ia dengan rela hati membawa kita kemanapun ia pergi saat kita dalam kandungannya lebih kurang selama 9 bulan lamanya.
Begitu indahnya gambaran kasih sayang yang diberikan oleh seorang ibu kepada anaknya. Ia memberikan apapun agar anaknya hidup layak dan bahagia. Apakah kita berfikir ketika ia berikan segalanya untuk kita, ia curahkan semua perhatiannya untuk memikirkan kebutuhan kita, sang ibu mengharapkan balasan kita? Sama sekali tidak, jikapun ada ibu yang terkadang meminta sekedar kebutuhannya itupun tidak seberapa, dan itu memang kewajiban kita sebagai seorang anak. Pernahkah kita mendengar dalam ajaran Islam yang mulia, bahwa semua harta yang kita miliki adalah hak orang tua kita?
Kasih sayang ibu memang tidak terbatas. Mungkin bagi sebagian kita yang telah merasakannya dan ada yang sama sekali tidak sadar akan besarnya kasih sayang seorang yang mulia ini. Masih ingatkah kita saat kita masih seorang bocah nakal yang sering kali merepotkannya, ia mungkin marah, tapi bukan berarti itu dapat mengurangi kasih sayang nya kepada kita. Ia marah karena kita melakukan sesuatu yang salah, adalah salah satu bukti bahwa ia sedang menyayangi anaknya.
Kasih sayang ibu tidak mungkin dapat kita bayar sampai kapanpun, ia adalah hutang yang tak mungkin pula dapat kita lunasi sampai kita mati. Saat kita dalam kandungannya, ia adalah yang paling merasakan kesusahan karena kita. Tidur tidak nyenyak, kemana-mana berjalan dengan perut yang berat, tidak boleh makan ini dan itu serta tak jarang harus makan makanan yang tidak ia sukai.
Pada saat melahirkan tiba, penderitaan ibu untuk memperjuangkan kelangsungan hidup kita harus dilaluinya. Saat seorang ibu melahirkan anaknya, merupakan saat-saat ketika ia harus berhadapan dengan keadaan yang mengancam jiwanya untuk melahirkan kita. Ia harus menghadapi kesakitan yang luar biasa agar kita lahir ke dunia.
Pada saat anak masih bayi, penderitaan ibu belum selesai. Setiap malam harus bangun untuk mengganti popok, menyusui, dan menidurkan si bayi. Belum juga terlelap lama, jika si kecil bangun, maka ibu harus ikut bangun untuk melayani kebutuhan si kecil. Begitu seterusnya hingga anak dapat hidup mandiri. Bahkan, ketika anak sudah besar dan mandiri-pun kasih sayang ibu tidak pernah surut atau berkurang. Mereka tetap menyayangi anak-anaknya, melalui cucu- cucunya.
Seorang ibu melakukan semua itu dengan penuh kasih sayang tanpa disertai harapan mendapat balasan. Seorang ibu adalah ia yang senang ketika kita senang, ia akan sedih ketika kita mendapatkan kesusahan. Jika kita sakit, ia adalah orang yang paling mengkhawatirkan kita. Itulah diantara kasih sayang ibu terhadap anak-anaknya.

Ibu yang Mustajab Doanya

Didalam Islam, salah satu doa yang dikatakan Mustajab adalah doa dari seorang ibu. Ia adalah orang yang berdoa tanpa mengharapkan balasan dari anaknya. Oleh karena itu, jika kita mengharapkan keberhasilan dan kebaikan senantiasa menyertai kita dimanapun dan apapun usaha yang kita lakukan, maka mintalah doa serta restu dari ibu kita jika memang ia masih ada. Tatkala kita mendapatkan restu serta doanya, maka itu adalah peluang serta aset berharga yang kita punya.
Sebaliknya, jangan sekali-kali kita menyakiti hati seorang ibu. Jika seorang ibu telah murka karena kedurhakaan yang dilakukan oleh anaknya, maka tatkala ia berdoa keburukan untuk anaknya karena kedurhakaan sang anak kepadanya, maka ini adalah mala petaka yang sangat mengerikan yang tidak bisa kita bayangkan akibatnya. Semoga kita bukan termasuk anak-anak yang durhaka kepada orang tua kita.

Benarkah Surga itu ada Ditelapak kaki ibu

Sering kali kita mendengar kata ini, “Surga ada di telapak kaki ibu” benarkah itu? Mengenai ungkapan ini disahkan kepada hadist yang berkaitan dengan birul walidain. Meskipun ada beberapa yang mengatakannya lemah dan palsu, akan tetapi ada juga hadis yang menyatakan derajatnya pada hadist yang lain hasan. Terlepas dari perselisihan tersebut jika dilihat dari segi makna tidak lah salah karena besarnya kasih sayang seorang ibu dan begitu tinggi kedudukan seorang ibu bagi kita.
Kaki adalah organ tubuh yang paling rendah bagi manusia, artinya kita harus senantiasa merendahkan diri kita tatkala kita didepan ibu dan ayah kita. Melembutkan suara saat berkata dan tidak membentak keduanya. Bahkan dalam Al Quran memerintahkan sesuatu selain bermaksiat kepada Allah.
Oleh karena itu, jika kita inginkan kebahagiaan dunia maupun di akhirat, maka hendaklah kita senantiasa memperhatikan sikap kita kepada ibu dan ayah kita. Kasih sayang seorang ibu dan seorang ayah, adalah keniscayaan yang tak dapat kita baikan. Jika pun Allah takdirkan kita tak sempat lama bersama mereka, kita masih bisa panjatkan doa atau bersedekah untuk keduanya. Semoga dengan banyaknya kita berdoa atau bersedekah yang kita tujukan untuk mereka, hal ini akan menjadi penolong mereka dan meringankan beban ibu dan ayah kita diakherat kelak. Wallohua’lam. (Inspirasi kerangka artikel dari:http://anneahira.com >> Kasih sayang ibu seluas lautan, selapang dunia)
Sumber :
http://berbaktikepadaorangtua.com/kasih-sayang-ibu/

Senin, 18 Mei 2015

on 1 comment

Kampus Holic, Komik strip yang pas banget buat Mahasiswa

Halo semua, nah kali ini aku mau ngeshare lagi nih tentang komik strip. Kali ini ga jauh-jauh kok dari kehidupan tentang Mahasiswa & Sekitarnya. Yup, namanya sendiri Kampus Holic. Awal mula terbentuknya ide dari komik strip ini ya ga jauh-jauh dari kehidupan sang empuya Kampus Holic ini sendiri yang notabenenya juga seorang Mahasiswa yang ga lepas dari tugas yang menumpuk, revisi yang ga keterima dosen , ngobrolin tentang Mahasiswi cantik & banyak pembicaraan lainnya. Berdasarkan hal tersebut lalu si empunya Kampus Holic tertarik untuk mengisahkan hal ini dalam bentuk komik strip, lalu bekerja sama dengan teman-temannya yang lain dalam proses pengerjaannya. Dan yang ga disangka-sangka ternyata hasilnya banyak menarik minat khalayak sekitar bahkan kini sudah terkenal hingga seantero Indonesia. Gak mengherankan memang karena komik strip ini sendiri di desain dengan packaging yang cukup menarik dan juga dengan perpaduan warna yang pas, sehingga dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi para peminatnya. 

Berikut adalah beberapa copasan dari komik stripnya :    

                                   #896 Maba semester 10

                                   #895 Ya Semangat Lah

                                    #894 Alur Mbribik

                                    #893 Pembicaraan Mahasiswa
                                    
                                     #891 Sok Tahu

                                     #890 Dua Tipe Mahasiswa

                                     #887 Beda Cowok dan Cewek #2

                                     #884 Ngerjain Tugas #3

Nah, kalo pengen ngeliat lebih banyak komik strip yang lebih "Mbribik" lagi, buruan follow @kampusholic , atau Searching aja di Facebook : Komik Kampus Holic , atau langsung buka aja deh kampusholic.blogspot.com . Eitts, mereka juga sering loh bikin Merchandise, jadi yang pengen dapetin Merchandise nya langsung diorder aja. Oke, sekian dulu ulasan tentang Kampus Holic , see you, cheers !

Pic Sumber :

kampusholic.blogspot.com


on Leave a Comment

Dogidoy Komik, yang begitu nyentrik khas Anak Medan

Hei, hei, heiiii, setelah sebelumnya ngeshare tentang Joan Cornella , komik strip dari spanyol, kali ini Aku juga akan ngeshare sedikit tentang komik strip punya Anak Medan, namanya Digidoy Komik . Yup, sesuai dengan namanya komik ini memiliki karakter utama yaitu Digi, Coki, Doy, Bang Dev Butet dan masih banyak lagi yang lainnya. Nah, menariknya salah satu karakter dalam komik strip ini yaitu Digi adalah satu-satunya karakter yang berbentuk telur seperti yang ada dalam karakter Digimon, selain itu obrolan yang dimunculkan benar-benar khas Anak Medan serta background yang dibuat berdasarkan realita kehidupan yang ada di sekitar kita. Hal ini tentunya didukung dengan packaging yang menarik dan ide-ide yang sangat kreatif sehingga membuat para pembaca dan penggemar komik strip yang satu ini tidak akan pernah merasa jenuh melihatnya.

Berikut adalah beberapa contoh komik stripnya :

                                               

                                                

                                       

                                                  

                                                   

                                        

Yup, itu adalah beberapa contoh komik strip yang dibuat oleh empunya Digidoy Komik, Nah buat yang pengen ngikutin update-annya secara langsung di https://www.facebook.com/digidoy?fref=photo . Biasanya mereka juga bikin promo limited edition nih, buat yang pengen order merchandise (Kaos Digidoy) sesuai dengan tema yang ditawarkan. Sekian dulu share kali ini, sekian & terima kasih. Cheers !

Pic Sumber : 

https://www.facebook.com/digidoy?fref=photo
on 2 comments

Joan Cornella , Komik Strip bergenre psycho yang cukup populer

Halo semua, kali ini aku mau ngeshare sedikit nih hal-hal yang berkaitan dengan komik strip ini. Ya, namanya adalah Joan Cornella, komik strip ini sendiri berasal dari ranah matador alias Spanyol. Di Indonesia sendiri komik ini kurang begitu populer, karena penyajiannya terkesan sadis, kotor, jorok, & bukan untuk kalangan anak-anak. Namun di dalam ruang lingkup pecinta 9gag, komik strip sejenis ini cukup populer dan diminati karena penyajiannya yang cukup menarik dan berbeda dengan komik strip yang lainnya. Meskipun, bisa dikatakan cukup sadis karena banyaknya adegan yang tak patut ditiru seperti membunuh, melecehkan, dan lain sebagainya, namun ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi penggemarnya.

Berikut adalah contoh beberapa short comic nya.


                                             

                                                

                                                

                                      

                                                

                                                

                                                

Hihihi, cukup menarik dan unik kan ? Nah, buat yang pengen liat lebih banyak gambarnya bisa langsung kunjungi elblogdejoancornella.blogspot.com. See you guys, cheers !

Pic Sumber : 

elblogdejoancornella.blogspot.com

Sabtu, 16 Mei 2015

on 1 comment

Asal Usul Masyarakat Gayo

Oleh : Maya Agusyani, S.Pd


Tanah Gayo adalah suatu daerah di belahan bumi sebelah utara garis khatulistiwa yang terletak di tengah-tengah provinsi Aceh. Gayo merupakan daerah sentral bagi daerah-daerah sekitarnya seperti Aceh Utara, Aceh Barat, Pidie, Aceh Timur dan Sumatera Utara. Terletak di tengah-tengah pegunungan daerah Aceh yang membujur dari utara ke bagian tenggara sepanjang bukit barisan bagian ujung pulau Sumatera. Secara administratif, suku bangsa Gayo adalah orang-orang yang mendiami kabupaten yang disebut Aceh Tengah dan Bener Meriah. Penduduk daerah Gayo pada masa sekarang ini terdiri dari suku bangsa Gayo sendiri, yang juga berasal dari suku bangsa lain seperti Aceh, Jawa, Minangkabau bahkan orang-orang Cina, baik WNI maupun WNA yang menetap di Takengon. Tetapi pada masa lampau penduduk daerah Gayo dibagi menjadi dua bagian, yaitu penduduk daerah Gayo yang bertempat tinggal di Kebayakan dan penduduk Gayo yang bertempat tinggal di Bebesan. Kampung Kebayakan terletak di sebelah barat laut danau Laut Tawar. Sedangkan Kampung Bebesan terdapat di sebelah barat Kebayakan. Kedua kampung tersebut dihubungkan oleh jalan kurang lebih 1 Km.

Asal Usul

Dalam sejarah, penduduk yang mendiami kampung Kebayakan dan Bebesan merupakan kampung “inti” di Gayo Laut, mempunyai satu anggapan bahwa asal usul mereka berbeda. Penduduk kampung Kebayakan mengatakan mereka adalah penduduk asli di daerah Gayo ini. Sedangkan yang satu pihak lagi, yakni penduduk kampung Bebesan, memang menyadari bahwa mereka berasal dari Batak (Tapanuli), lebih popular disebut dengan Batak 27 (disebut dengan Batak 27 karena dalam sejarah kedatangan mereka ke Gayo pada jaman lampau, orang-orang Batak ini berjumlah 27 orang). Belum jelas pada abad berapa peristiwa kedatangan Batak Karo 27 tersebut ke Tanah Gayo. Namun, pada masa pemerintahan Sultan Alauddin Riayat Syah Al Kahar, pada abad ke 16 M pernah tujuh pemuda dari tanah Karo bertamasya ke Tanah Gayo. Kedatangan mereka guna menyaksikan kebenaran keindahan laut tawar (H. AR. Latief, 1995 : 81). Sementara menurut Dr. C. Snouck Hougronje, kedatangan Batak Karo 27 adalah pada masa kejuruan (raja) bukit telah memeluk Islam. Kejuruan Bukit adalah suatu bagian dari raja-raja yang terdapat di tanah Gayo yang memiliki hubungan baik dengan kerajaan-kerajaan (kejuruan) lain. Kedatangan orang-orang dari Tapanuli yang dikenal dengan istilah “Batak 27” ini melahirkan nama-nama Belah atau Clan di Gayo dengan nama yang hamper sama dengan marga yang ada di Tanah Karo sendiri. Seperti Clan Munthe, Cibero, Melala, Lingga, Tebe yang di Karo disebut Munthe, Sibero, Meliala dan sebagainya. Batak 27 pada masa itu mendapat sebagian wilayah kekuasaan Raja Bukit sebagai diyat untuk mengganti kerugian akibat matinya suku Batak Karo yang terbunuh dalam peperangan. Ganti rugi tersebut diwujudkan dengan membelah danau Laut Tawar menjadi dua sampai Kala Bintang sebelah utara termasuk daratan, mulai dari kampung Kebayakan, Rebe Gedung, Simpang Tiga, Delung Tue win Ilang hingga Ramung Kengkang perbatasan Aceh Timur (sekarang Kabupaten Bener Meriah, red) dan arah selatan sampai perbatasan Lingga. Setelah batas wilayah ditentukan oleh kedua belah pihak yang berdamai, Raja Bukit ke II Panglima Perang Dagang mengajukan sebuuah tuntutan kampung bukit berikut bangunannya yang telah diduduki oleh Batak 27. Raja Leube Keder berkata dengan tegas bebaskan, dalam bahasa Karo artinya dibebaskan dari tuntutan, lambat laun kata bebaskan berubah menjadi kata Bebesan sampai sekarang ini (AR. Latief, 1995). Raja Bukit Panglima Perang Dagang, kemudian bersumpah tidak berkeberatan kampung Bebesan berikut bangunannya dijadikan hak milik Batak 27. Beberapa hari kemudian penduduk bukit sendiri membangun pemukiman baru yang terletak dipinggir Danau Laut Tawar yang sekarang disebut dengan daerah Kebayakan. Mula-mula kampung ini disebut dengan Kebanyakan karena penduduknya yang terbanyak, kemudian setelah penjajah Belanda datang dan tidak dapat menyebutkan nama kampung tersebut dengan tepat, berubah menjadi Kebayakan.


Marcopolo yang pernah singgah di Peureulak, Aceh Timur sekembali dari Cina menuju Italia tahun 1292 mengatakan bahwa penduduk Aceh telah memeluk agama Islam. Penduduk yang tidak mau memeluk agama Islam menyingkir ke pedalaman dan menjumpai kerajaan kecil di pedalaman tersebut. Penduduk asli pedalaman ini menyebut daerahnya sebagai “Lainggow” dan menyebut rajanya dengan Ghayo-Ghayo atau raja gunung yang suci. Di daerah Lianggow tersebut telah berdiri kerajaan kecil, yaitu “Kerajaan Linggow” dan kerajaan besar yaitu kerajaan ‘Lingga’ dan sudah memiliki hubungan dengan kerajaan Peureulak di Aceh Timur dengan mengirim bingkisan (MH Gayo, 1983). Adalah masuk akal jika catatan Marcopolo tersebut dipegang kebenarannya, maka dalam perkembangan sejarah selanjutnya penduduk pedalaman ini disebut dengan Suku Gayo.


Sementara itu ada pula orang yang beranggapan bahwa orang Gayo adalah berasal dari orang-orang yang lari dari daerah Peureulak, Aceh Timur ke daerah pedalaman karena tidak mau masuk Islam. Dan kata-kata Gayo sama artinya dengan kata-kata dalam bahasa Aceh, yaitu “Ka-yo” yang artinya “sudah takut. Meskipun tidak ada penjelasan ilmiah mengenai hal ini, namun demikian jika dilihat dari letak daerah Gayo dalam peta Aceh, tidaklah mustahil jika orang-orang Gayo di zaman dahulu kala berasal dari penduduk daerah Peureulak, Aceh Timur atau daerah  Pasee, Aceh Utara melalui sungai-sungai yang hulunya berada di daerah Gayo di pedalaman. Kemungkinan itu lebih besar lagi mengingat kedua daerah Peureulak dan Pasee berada di pinggir pantai Aceh yang menghadap ke Selat Melaka, yaitu daerah hubungan lalu lintas antar bangsa-bangsa yang ramai dalam sejarah di kawasan Asia Tenggara.

Komunitas Gayo

Hingga saat ini penduduk Gayo ini dibagi menurut daerah kediamannya. Suku Gayo disebut sebagai orang Gayo Laut atau Gayo Lut bagi mereka dan berdiam di sekitar Gayo Lues dan orang Gayo serba jadi bagi mereka yang berdiam diri di sekitar serba jadi sembung-lukup (sekarang Kabupaten Gayo Lues-red). Selain itu masih ada orang-orang Gayo yang terdapat dalam kelompok-kelompok kecil yang terpisah-pisah yang berdiam di sekitar Aceh Timur dan sekitar perbatasan Aceh Timur-Sumatera Utara, seperti orang Gayo Kalul, orang Gayo Johar dan lain-lain. Sedangkan suku Alas berdiam di berbagai daerah tanah Alas yang berbatasan langsung dengan Gayo Lues, Asel, daerah Karo dan Sumatera Utara.

Islam Di Gayo

Memperhatikan keaneka ragaman penduduk Gayo yang tinggal di tanah Gayo, Aceh Tengah itu menunjukkan bahwa daerah gayo itu tidak menutup pintu bagi orang-orang yang hendak tinggal di sana. Kemungkinan besar bagi pendatang itu mendapat tempat yang layak dikalangan masyarakat, maka suatu dugaan keras bahwa masuknya Islam ke daerah Gayo di bawa oleh pendatang-pendatang. Baik pendatang itu sebagai pedagang maupun sebagai mubaligh. Salah satu bukti yang dapat dilihat adalah adanya sebuah kuburan Ya’kub, saudara Misan dari Al-Malik Al-Kamil yang terdapat di desa Lingga. Ya’kub meninggal pada hari Jum’at, 15 Muharram 630 H (1232 M). Namun, untuk hal ini diperlukan lagi penelitian yang lebih mendalam. Menurut Belanda, daerah Gayo adalah suatu daerah yang menentukan hidup matinya kekuasaan Belanda di Aceh. Sebab ketika Batee Iliek jatuh ke tangan Belanda, Sultan mundur ke Tanah Gayo yang bertepatan dengan disusunnya gerakan mempertahankan kemerdekaan yang dipimpin oleh Teungku Tapa sejak tahun 1898.


Rakyat Gayo yang menyadari Agresi Belanda sangat berbahaya, maka dengan serempak rakyat Gayo menaikkan bendera putih yang disebut “Pepanyi ni Umah”, panji tersebut dilukis dengan kalimah Allah, Rasul dan keempat sahabat. Panji-panji tersebut dinaikkan oleh rakyat di tiap-tiap rumahnya sebagai pertanda datangnya syaitan yang bermaksud menjahanamkan ummat Islam (Mohd. Said 1981: 632) sehingga rakyat Gayo dengan serta merta mengadakan perlawanan terhadap Belanda.

Batak 27 di Laut Tawar

Batak 27 yang datang ke Gayo mempunyai seorang pemimpin Batak Karo muslim dan seorang ulama yang arif dan bijaksana. Pemimpinnya tersebut bernama Leubee Kader yang merupakan cucu dari Adi Genali, anak dari Johansyah atau Sibayak Lingga (AR. Latief 1995 : 68) yang kemudian berhasil menjadi raja Bebesan yang pertama setelah menuntut diyat dari raja bukit. Setelah menguasai daerah dan masyarakat sekitarnya pun ikut memeluk agama Islam. Bahkan anggota Batak Karo itu ikut meleburkan diri dalam masyarakat Gayo melalui perkawinan.


Leubee Kader sendiri menikahi seorang putri raja Bukit yang bernama Sri Bulan Si Merah Mata. Proses peleburan diri itu telah berlangsung demikian rupa hingga lambat laun menjadi satu dengan penduduk, baik agamanya, bahasa maupun adat istiadatnya. []
*Penulis adalah Alumni Mahasiswa Pendidikan Sejarah Unsyiah


Sumber :

http://alhafizniselianymailcom.blogspot.com/2012/02/asal-usul-masyarakat-gayo.html

Kamis, 14 Mei 2015

on 2 comments

Wisata Kota Takengon (Aceh Tengah)

Halo semua, kali ini Aku mau share sedikit nih, tentang beberapa lokasi wisata yang ada di tempat tinggalku yaitu di Kota Takengon, Kabupaten Aceh Tengah. Let's check it out !


Danau Laut Tawar


Danau Laut Tawar adalah sebuah danau dan kawasan wisata yang terletak di Dataran Tinggi Gayo, Kabupaten Aceh Tengah, Nanggroe Aceh Darussalam. Suku Gayo menyebutnya dengan Danau Lut Tawar. Luasnya kira-kira 5.472 hektar dengan panjang 17 km dan lebar 3,219 km.


Pantan Terong

Pantan Terong adalah sebuah bukit yang terletak di puncak bukit dataran tinggi gayo. Di tempat ini kita bisa melihat ibu kota Aceh Tengah dan danau Laut Tawar secara keseluruhan, lapangan pacuan kuda di kecamatan Pegasing, bandara udara Rembele dari atas, dengan diapit serta dikelilingi punggung gunung bukit barisan yang elok. Pantan Terong terletak di kecamatan Bebesan, 7.5 km dari kota Takengon, Kabupaten Aceh Tengah.


Pantai Menye

Pantai Menye (Pantai Manja) adalah sebuah objek wisata yang sangat menarik,pantai Menye Tidak saja tempatnya yang sangat strategis tetapi juga memiliki pemandangan yang sangat indah.Pantai Menye Terletak di Kecamatan Bintang tepatnya di sebelah timur danau laut tawar. Ada dua rute perjalanan yang bisa dicapai yaitu jalur utara dan selatan. Bila melalui jalur utara Anda bisa melalui Takengon sekitar 18 Km, dan bila melalui jalan selatan jarak tempuhnya agak lebih panjang sekitar 24 Km dengan waktu tempuh 20 sampai 30 menit.


Kota Takengon

Kota Takengon adalah Ibukota dari Kabupaten Aceh Tengah. Kabupaten Aceh Tengah berada di Provinsi  Aceh menyimpan potensi wisata alam yg kaya dan indah, masyarakat yang ramah, hawa yang sejuk dan udara yang menyegarkan akan menyapa siapa saja yang datang ke dataran tinggi Gayo. Danau Laut Tawar ini merupakan salah satu objek wisata yang istimewa di Kabupaten Aceh Tengah, keistimewaan danau ini selain pemandangannya yang indah dan airnya yang tidak asin, terdapat pula empat gua yang mengelilingi danau tersebut. Danau tersebut luasnya hampir seperti laut, karna itu masyarakat menyebutnya Danau Laut Tawar. Kota Takengon merupakan kota yang sejuk dan berudara bersih di Aceh.


Air Terjun Mengaya


Wisata Air Terjun Mengaya ini Terletak di Desa Mengaya, Kec.Bintang. Kabupaten Aceh tengah berdekatan dengan obyek wisata Danau Lut Tawar. Melalui jalan setapak yang sudah beraspal, pengunjung bisa menikmati panorama hutan yang asri dan udara yang sejuk di sepanjang jalan menuju lokasi air terjun ini.


Makam Raja Linge


Di lingkungan makam Raja Linge ini terdapat rumah adat, dengan nama Rumah Pintu Ruang (rumah yang memiliki tujuh pintu) dan sebuah sumur tua yang airnya tidak pernah kering. Disini juga terdapat fasilitas toilet dan musholla. Kecamatan Linge, berjarak tempuh sekitar 70 km dari kota Takengon.


Goa Loyang Koro


Goa Loyang Koro adalah salah satu objek wisata goa yang terletak di kaki gunung Birahpanyang, sekitar 15 meter dari bibir pantai dengan kedalaman 20 meter. Goa Loyang Karo Terletak di desa Toweren, Kecamatan Laut Tawar, hanya 7 Km dari Kota Takengon.


Goa Loyang Datu Merah


Goa Loyang Datu Merah Mege adalah Objek wisata yang berpanorama indah, tidak hanya menawarkan keindahannya saja tetapi juga legenda yang mengikutinya. Area objek wisata ini juga dilengkapi dengan tempat peristirahatan dan tempat duduk untuk menikmati air deras yang mengalir didasar Goa.Goa Loyang Datu Merah Mege Terletak 26 km dari ibu kota kabupaten aceh tengah.


Goa Putri Pukes


Goa Putri Pukes merupakan tempat yang bersejarah bagi masyarakat Aceh Tengah, karena sejarahnya memiliki pesan moral dalam kehidupan manusia. Bukti tertulis dan sumber khusus tidak ada tentang sejarah tersebut, sejarahnya hanya berdasarkan cerita masyarakat setempat. Sehingga tempat pariwisata ini lebih tepatnya disebut sebagai legenda atau cerita rakyat. Putri Pukes merupakan sebuah legenda yang mengisahkan tentang seorang putri raja yang menjadi batu gara-gara tidak mengindahkan pesan orangtuanya. Kisah tersebut kebenarannya masih diragukan, namun ceritanya dapat memberikan pencerahan kepada manusia. Dengan adanya wisatawan melihat Putri Pukes dan mendengarkan cerita perjalanan hidupnya mengingatkan kepada manusia, betapa pentingnya menjalankan perintah orang tua. Sehingga objek wisata ini dapat memberikan pendidikan dan pesan moral kepada pengunjung yang datang ke sana.

Sumber : 

https://wisatasumatera.wordpress.com/obyek-wisata-sumatera/wisata-aceh-tengah/ 

https://5enibudaya.wordpress.com/2013/06/19/goa-putri-pukes-sebagai-objek-wisata/


Kamis, 07 Mei 2015

on 11 comments

Kisah Lama (1) : Indonesian Science Project (ISPO) 2012 - Our Project Was Beginning

Hello, kali ini Aku akan menceritakan sebuah kisah lama yang ga akan pernah aku lupakan seumur hidup yaitu pengalaman pertamaku ketika mengikuti ajang penulisan karya ilmiah yang berskala Nasional. Hal ini bermula kira2 pada akhir 2011 ketika itu Aku dan partnerku yang bernama Ulfa Herdira merasa tertarik untuk mencoba membuat suatu karya penulisan ilmiah, yang sebelumnya tidak pernah kami lakukan. Kami awalnya hanya ingin mencoba coba saja & tidak pernah berharap bahwa kami harus bisa langsung lolos ke tingkat nasional. Nah, pada saat kami sedang mencari ide untuk penulisan karya ilmiah kami, akhirnya kami sepakat untuk membuat sesuatu yang bersifat Rancang Bangun. Lalu pada keesokan harinya kami langsung memberitahukan kepada Ibu Hellyda Fitri tentang maksud & niat kami tersebut dan Ia langsung teringat tentang sebuah ide yang pernah ingin dilakukan oleh Abang kelas kami terdahulu, namun sudah keburu tamat sehingga akhirnya Ia mengusulkan kami untuk melanjutkan project tersebut. Kami pun lalu mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan project tersebut dan selanjutnya langsung kami buat dalam bentuk percobaan.

Karya Ilmiah kami tersebut yaitu bertemakan Urban Farming , maksudnya kami lebih menitikberatkan kepada proses bercocok tanam bagi para orang yang tinggal di perkotaan & yang memiliki keterbatasan lahan sehingga menyulitkan mereka yang ingin melaksanakan penghijauan atau yang hanya sekedar ingin melaksanakan hobbynya. Kami menggunakan pipa bekas yang dibelah menjadi 2 bagian sebagai media tanamnya yang dibagian dasar pipanya kami buat berupa lubang atau celah kecil untuk pergantian air ketika nantinya akan disiram, lalu pipa-pipa tersebut kami rangkai pada sebuah balok kayu agar lebih memperindah bentuk & tampilannya . Sebelumnya, kami sudah melakukan percobaan penanaman terlebih dahulu dengan membandingkannya dengan lahan berukuran 2x2 meter. Kami memilih bibit cabai merah pada percobaan kali ini dengan alasan lebih cepat tumbuhnya dan pada akhirnya terbukti bahwa hasil panennya bisa hingga 2 kali lipat jika dibandingkan dengan yang hanya ditanam di lahan 2x2 meter.


\                
Ini dia yang namanya Ulfa Herdira :D

Bentuk konsruksi media tanamnya, sayangnya hanya ini yang tersisa, gambar yang lain udah hilang -_-

Lalu, setelah proses pembuatan konstruksi media tanamnya selesai, kami pun langsung membuat hasil project kami dalam bentuk seperti penulisan karya ilmiah pada umumnya, baik dari segi pendahuluan, rumusan masalah, metodologi penelitian dsb hingga diakhiri dengan kesimpulan. Judul karya ilmiah kami tersebut adalah "Optimalisasi Lahan Pertanian Sempit Dengan Menggunakan Pipa Bekas Sebagai Media Tanam Berbagai Tanaman Muda" . Setelah kami selesai dan sudah mengirimkan project kami tersebut , lalu pada sekitar awal februari 2012 kami pun dinyatakan lolos ke tingkat nasional setelah melihat pengumumannya di website Ispo tersebut. Senangnya begitu luar biasa rasanya ketika mengetahui hal tersebut, apalagi pas mengetahui ada 4 teman kami yang lain yang berasal dari 2 tim yang berbeda yang juga berhasil lolos. To be continue.......  

Diberdayakan oleh Blogger.